20150109

Murai Batu

Murai batu. Perkembangan dunia kicaumania di Pulau Sumatera belakangan ini mengalami kemajuan yang begitu pesat. Lomba burung semakin sering digelar, jumlah peserta pun terus membengkak. Heroisme mereka juga luar biasa.
Mengapa? Ya, mengingat jarak tempuh untuk mengikuti lomba burung rata-rata cukup jauh. Kicaumania Sumatera tak segan untuk melakukan perjalanan belasan jam, bahkan seringkali bisa melebihi 20 jam perjalanan darat. Selain melelahkan, memakan waktu yang lebih lama, juga memakan ongkos yang lebih mahal. Jadi, secara hitung- hitungan tidak cocok dengan hadiah yang didapat bila sang jagoan menang.
Tapi hal itu rupanya bukan penghalang yang serius bagi kicaumnia Sumatera. Secara umum, disebutkan kualitas burung-burung dari Sumatera juga tak kalah dari jagoan di Jawa misalnya. Demikian juga soal daya beli, mereka pun cukup
bernyali membeli burung-burung jagoan yang cukup mahal, bahkan lebih mahal dan harga yang beredar di Jawa, khususnya di wilayah Jabodetabek yang selama ini dianggap sebagai barometer dunia hobi burung berkicau.
Sayangnya, jagoan-jagoan mereka selama ini umumnya kurang terekspose oleh media massa, sehingga banyak jagoan berkualitas yang kurang dikenal. Salah satu jagoan murai batu yang cukup disegani di Pulau Sumatera dan layak mendapatkan apresiasi adalah Perwira, milik Jass SP dari Pangkalan Kerinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar